3.1.a.7 Demontrasi Kontekstual


 Bismillah

Memulai aktivitas pagi dengan melakukan refleksi terhadap program yang saya ikuti saat ini, program tersebut adalah Program Guru Penggerak yang saya sudah ikuti kurang lebih 4 bulan berjalan, banyak hal yang merubah pola pikir saya mulai dari cara memandang anak didik sebagai insan yang unik yang dibekali dengan kodrat alam dan kodrat zaman, memperlakukan mereka secara merdeka dalam belajar, memberikan bimbingan kepada mereka secara maksimal,.

Menjadi guru tentu banyak kejadian dan kondisi dimana kita harus mengambil sebuah keputusan untuk menyelsaikan sebuah masalah baik itu yang brkaitan dengan siswa, teman guru, kepala sekolah ataupun masyarakat secara umum.

Ketika mengambil keputusan tentunya seorang guru harus memiliki keterampilan dan kepiawaian dalam menetukan pilihan keputusan dengan tepat dan cermat.

Pada diktat modul 3.1 LMS guru penggerak saya dibekali keterampilan untuk memfilter suatu masalah dan cara penanganannya, seperti kategori masalah dilema etika  (benar vs benar) dan bujukan moral (benar vs salah). Dari modul ini saya mulai bergerak untuk berbuat lebih baik lagi kedepannya disekolah tempat saya bertugas.

Untuk memulai langkah awal kegiatan pengambilan keputusan saya akan berdiskusi dengan rekan sejawat di sekolah dan menginformasikan tentangmateri baru tentang pengambilan keputusan kepada bapak kepala sekolah. Melakukan kolaborasi dengan salah satu rekan guru yakni Pak Zulkarnain, S.Pd. untuk menyelesaikan kasus yang ada di LMS, kegitan ini saya lakukan pada tanggal 8 September 2021, dan alhamdulillah beliau sangat proaktif dan mensuport saya untuk besama sama menyesaikan kasus yang ada di LMS.

Pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah di LMS tetap mengacu pada aturan yang jelas yakni :

1.      Menentukan jenis permasalah yang ada seperti : Dilema Etika ataukah  Bujukan Moral

Dilema Etika (Benar vs Benar)

Situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan di mana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan.

 

Bujukan Moral (Benar vs Salah)

Situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah. Melakukan hal yang salah walaupun untuk alasan yang baik tetap saja salah, contohnya menyontek dan berbohong.

 

2.      Menetukan jenis paradigma pengambilan keputusan.

      Dalam pengambilan keputusan ada Empat Paradigma yakni :

Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini:

1.      Individu lawan masyarakat (individual vs community).

2.      Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy).

3.      Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty).

4.      Jangka pendek lawan  jangka panjang (short term vs long term).

 

3.      Menentukan jenis prinsip dalam mengambil keputusan.

       Dalam pengambilan keputusan ada Tiga Prinsip yang Melandasinya  antara lain :

1.      Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking).

2.      Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking).

3.      Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).

 

4.    Setelah selesai mengambil keputusan alangkah baikknya keputusan tersebut di uji kembali dengan menggunakan Sembilan Langkah Pengujian Pengambilan Keputusan.

Berikut adalah sembilan langkah yang sebaiknya dilakukan sebelum memutuskan sesuatu.

1.      Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.

2.      Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

3.      Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

4.      Pengujian benar atau salah.

a.         Uji Legal.

b.        Uji Regulasi/Standar Profesional.

c.         Uji Intuisi.

d.        Uji Halaman Depan Koran.

e.         Uji Panutan/Idola.

5.      Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.

6.      Melakukan Prinsip Resolusi

7.      Investigasi Opsi Trilema

8.      Buat Keputusan

9.      Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Semoga pengambilan keputusan-keputusan kedepannya tetap menggunakan pola-pola yang sudah terstruktur seperti langkah-langkah diatas sehingga nilai positif jauh lebih banyak dan lebih diutamakan didalam setiap langkah kita dalam mengambil sebuah keputusan.

 

 


 

Komentar