Koneksi Antar Materi Modul 3.2 CGP 2 Lombok Barat

 



3.2.a.9 Koneksi Antar Materi-Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

Oleh: Muh. Suhur, S.Pd.

A.      KESIMPULAN MATERI MODUL 3.2

    Sekolah merupakan aset yang sangat penting dalam dunia pendidikan memulai segala macam kegiatan tentang dunia pendidikan paling tepat dilakukan di sekolah, keberadaan suatu sekolah sangat penting bagi masyarakat untuk memajukan masyarakat, masyarakat tampa sekolah tentu akan jauh tertinggal dengan masyarakat yang di daerahnya banyak berdiri sekolah sekolah yang bagus maka sekolah sangat pantas disebut sebagai aset untuk mencerdaskan bangsa. Guru adalah seorang pemimpin dalam dunia pembelajaran oleh karena itu seorang guru haruslah mampu membawa perubahan baik di kelas, sekolah, maupun lingkungan sekitar ke arah yang lebih baik. Jiwa kepemimpinan seorang guru sangat diperlukan dalam mengelola pembelajaran di kelas. Kepemimpinan seorang guru bisa dilihat dari bagaimana dia mengelola kelas, melakukan inovasi dalam pembelajaran, dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada baik di kelas maupun di sekolah.

    Sekolah memiliki sumber daya yang harus bisa di kelola dengan benar maka guru selain sebagai pemimpin dalam pembelajaran, guru juga dituntut mampu menjadi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Guru sebagai pemimpin dalam pengelolaan sumber daya dapat diartikan sebagai guru yang bisa mengidentifikasi dan memanfaatkan segala sumber daya/kekuatan/potensi yang ada untuk meningkatkan kulaitas atau membuat suatu perubahan ke arah yang lebih baik dan berdampak positif bagi murid dan sekolah.

    Cukuplah dikatakan sebagai guru yang mengelola mampu mengelola aset sumber daya dengan baik apabila seorang guru mampu mengelola aset yang paling kecil yakni kelas, kelas adalah salah satu aset abiotik yang di dalamnya terdapat aset biotik berupa siswa, maka salah satu peran guru adalah mampu mengelola siswa dengan baik untuk bisa mengebangkan sekolah dalam memaksimalkan potensi modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik, dan modal agama dan budaya yang ada di sekolah.

B.      Pengelolaan Sumber Daya Yang Tepat Untuk Meningkatan Kualitas Pembelajaran

    Sebuah ekosistem dikatakan baik apabila terbentuk interakasi yang baik dan berkesinambungan antara komponen komponen pembentuknya, begitu pula dengan sekolah sangat bisa dikatakan sebagai sebuah ekosistem  karena didalamnya terdapat interaksi antara unsur hidup (biotik) dan unsur tak hidup (abiotik) , yang termasuk unsur hidupnya adalah murid, guru, kepala sekolah, pengawas, staf/tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat sekitar, sedangkan unsur tak hidupnya adalah keuangan dan sarana prasarana sekolah.

    Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran diperlukan pengelolaan sumber daya yang tepat. Secara umum ada dua pendekatan dalam pengembangan sebuah komunitas, yaitu pendekatan berbasis masalah/kekurangan (deficit-based thinking) dan pendekatan berbasis aset/kekuatan (asset-based thinking) yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer. Berikut perbedaan kedua pendekatan tersebut:

Berbasis pada kekurangan/masalah/hambatan

Berbasis pada aset

·       Fokus pada masalah dan isu

·       Fokus pada aset dan kekuatan

·       Berkutat pada masalah utama

·       Membayangkan masa depan

·       Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan – selalu bertanya apa yang kurang?

·       Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut.

·       Fokus mencari bantuan dari sponsor atau institusi lain

·       Mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan)

·       Merancang program atau proyek untuk menyelesaikan masalah

·       Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan

·       Mengatur kelompok yang dapat melaksanakan proyek

·       Melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan

Bagaimana caranya agar pengelolaan sumber daya bisa meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah?

    Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan identifikasi aset/kekuatan yang ada disekolah lalu menyusun berbagaimacam strategi yang tepat untuk membuat sebuah program dan melaksanakannya. Dalam tahapan menyusun strategi/program ini, kita bisa menggunakan tahapan BAGJA yang merupakan akronim dari: Buat Pertanyaan-Ambil Pelajaran-Gali Mimpi-Jabarkan Rencana-Atur Eksekusi.

 Berikut adalah contoh pembuatan program berdasarkan aset/kekuatan yang ada dengan menggunakan tahapan BAGJA:

Tahapan BAGJA

Panduan Tahapan

Hasil Tahapan

B-uat Pertanyaan

Buatlah pertanyaan untuk mengarahkan kita kepada penelusuran hal-hal yang akan kita lakukan

 

A-mbil Pelajaran

Ceritakan dan tuliskan pengalaman/kegiatan baik, prestasi yang pernah terjadi yang berhubungan dengan topik bahasan (kepemimpinan siswa (murid) di sekolah)

 

G-ali Mimpi

Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasan:

-   Kemampuan  seperti apa yang dibayangkan ada dalam diri siswa (murid)

- Perilaku apa saja yang ada pada siswa (murid) dengan pengetahuan tentang kelas yang nyaman dan menyenangkan  yang diharapkan

- Perilaku guru seperti apa yang mendorong kemampuan siswa dalam menyampaikan pengetahuan  tentang kelas yang nyaman dan menyenagkan

- Perilaku kepala sekolah seperti apa yang mendorong kemampuansiswa dalam menyampaikan pengetahuan tentang kelas yang nyaman dan menyenangkan.

-   Perilaku orang tua seperti apa yang mendorong kemampuan siswa dalam menyampaikan pengetahuan  tentang kelas yang nyaman dan menyenangkan

-   Hal apa saja yang perlu dimiliki untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pengetahuan  tentang kelas yang nyaman dan menyenangkan.

 

J-abarkan Rencana

- Membuat cara/strategi mencapai mimpi-mimpi yang sudah kita tuliskan:

 -    Rencana/strategi apa yang perlu dilakukan (siapa melakukan apa)?

-    Bagaimana memonitor dan mengevaluasi rencana tersebut 

 

A-tur Eksekusi

Menentukan tim inti program:

-    Siapa koordinator/ penanggung jawab pelaksanaan program

-    Siapa yang bertugas memonitor dan mengevaluasi jalannya program

-    Siapa yang bertugas membuat laporan program

- Bagaimana cara komunikasi/koordinasi yang dilakukan tim (melalui pertemuan (diskusi), rapat mingguan/ bulanan dll) untuk memberi kabar satu sama lain tentang jalannya program

 

 

C.      Hubungan Antar Materi Dalam Modul Program Pendidikan Guru Penggerak

A.  Modul 1.1 Nilai Filosofi Ki Hadjar Dewantara

    Modul 1.1 : Menurut Ki Hadjar Dewantara, bahwa maksud pendidikan itu adalah kegiatan menuntun segala kekuatan kodrat yang pada anak-anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Siswa memiliki 2 kodrat alam dan kodrat zamannya, Siwa merupakan komponen Biotik , maka sebagai pemimpin pembelajaran guru harus mampu mengelola komponen ini dengan menuntun kodrat anak agar bisa tumbuh sesuai kodratnya sebagai sumber aset Biotik.

 



Modul 1.2  Nilai dan peran Guru Penggerak

    Modul 1.2: Guru sebagai unsur Biotik sekolah harus memiliki nilai dan peran yang strategis untuk memajukan sekolah maka  seorang guru harus memiliki kapasitas, kompetensi dan dasar nilai dalam mengelola aset yang baik adapun nilai dan peran yang harus di miliki guru untuk mengembangkan aset sekolah adalah  mandiri, kolaboratif, reflektif, inovatif dan berpihak pada murid  nilai dan peran ini di gunakan untuk mewujudkan profil pelajar pancasila dan sekolah yang ramah anak.

C.  Modul 1.3 Tentang Visi guru Penggerak

    Modul 1.3 : BAGJA pada modul ini menitik beratkan pada bagaimana seorang guru membuat perubahan disekolahnya untuk membuat sekolah tersebut memiliki kekuatan positif untuk mengembangkan sekolah yang berpihak pada murid, dalam tahap ini seorang guru ingin mencapai perubahan tentang visi sekolah dan pada modul 3.2 ini pendekatan Model BAGJA kembali digunakan untuk melakukan perubahan dalam pengelolaan sumber daya sekolah yang di miliki.

D. Modul 1.4 Buadaya Positif

    Modul 1.4 : Sebagai pemimpin pemelajaran guru mengelola sekolah agar memiliki budaya positif atau menguatkan budaya positif yang sudah ada disekolah, keterkaitan dengan modul 3.2 adalah bagaimana mengelola potensi agama dan sosial serta budaya positif dalam mengelola lingkungan biotik maupun abiotik yang mendukung perkembangan karakter baik pada siswa sehingga tujuan pendidikan seperti yang diharapkan terwujud yaitu menjadikan siswa selamat dan bahagia




E. Modul 2.1 Tentang pembelajaran berdiferensiasi

    Modul 2.1 : dalam modul ini membahas tentang kodrat yang di miliki anak sehingga pemimpin pembelajaran harus menyadari bahwa setiap anak mempunyai  kodrat berbeda sehingga dibutuhkan perlakuan yang berbeda pula maka  pembelajaran diferensiasi sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam tersebut.

F. Modul 2.2 Tentang pembelajaran sosial emosional

    Modul 2.2 : Modul membahas cara atau strategi sebagai pemimpin pembelajaran untuk menuntun anak-anak untuk mewujudkan siswa yang selamat dan bahagia. Pembelajaran KSE memberikan ruang bagi anak untuk bisa melakukan pengelolaan terhadap dirinya dalam menentukan sikap, pengambilan keputusan atau mengasah kemampuan bersosialnya dalam komunitas yang ada sehingga modul 3.2 menitik beratkan pada kemampuan seorang guru untuk mengelola aspek sosial budaya dan agama peserta didik agar lakunya aman dan selamat dari pengaruh buruk luar yang akan membahayakan mereka.

G. Modul 2.3 Coaching

    Modul 2.3 : modul ini membahas tentang coaching , coaching merupakan sebuah teknik atau strategi seorang pemimpin pembelajaran untuk membantu seseorang untuk menggali potensi yang dimiliki seseorang untuk menyelesaikan masalahnya sendiri secara langsung, coaching dapat diterapkan untuk siswa dan rekan guru atau siapa saja, kaitan dengan modul 3.2 adalah choaching ini di gunakan untuk mengembangkan orang lain atau unsur biotik sekolah untuk menggali potensi yang mereka miliki.

H. Modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin Pembelajaran

    Modul 3.1 : modul ini membahas tentang metode atau strategi seorang pemimpin pembelajaran dalam dalam mengambil sebuah keputusan dengan menggunakan prinsip berpikir berbasis 4 paradigma, 3 resolusi berpikir dan 9 langkah pengujian keputusan. Prinsip pengambilan Keputusan, kaitannya dengan modul 3.2 adalah dengan kemampuan yang sudah dibekali pada modul 3.1 maka seorang pemimpin pembelajaran mampu untuk mengambil keputusan dalam pengelolaan aset aset sekolah secara tepat dan terukur.

2. RENCANA TINDAKAN

Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata

Latar belakang

    Sekolah memiliki aset yang sangat banyak salah satunya adalah kelas yang  menjadi tanggung jawab saya yang terdapat di dalamnya siswa dan saya sebagai guru merupakan unsur biotik dan kelas beserta isinya menjadi unsur abiotik yang harus mampu saya kelola dengan baik dan maksimal sehingga warga kelas saya merasa nyaman di dalamnya seolah olah mereka merasa kelas mereka seumpama rumah tempat mereka tinggal. Dengan pemikiran ini saya harus mampu mengelola aset ini ( KELAS 5 SDN 3 Babussalam ) yang merupakan amanah dari kepala sekolah untuk mengelolanya dengan baik dan benar.

Tujuan

    Dengan melakukan pemetaan yang benar saya memiliki harapan untuk mampu mengelola aset kelas dengan baik dan benar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas dan sekolah SDN 3 Babussalam secara umumnya.

Tolok Ukur

    Adanya perubahan perilaku siswa terhadap kelasnya dan munculnya budaya positif di kelas dengan memperbaharui kesepakatan kelas jika dibutuhkan serta Evaluasi terhadap proses pelaksanaan aksi nyata

Dukungan yang dibutuhkan

    Dukungan yang saya butuhkan dalam kegiatan ini adalah dukungan dari siswa, rekan rekan guru, kepala sekolah, staf sekolah dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan sekolah.

Lini masa tindakan yang akan dilakukan

    Aksi nyata saya yang akan saya lakukan dengan membuat prosedur BAGJA pada modul 1.2

Buat  Pertanyaan  atau define :

Menggali cita-cita dan harapan dan keinginan tentang kelas mereka, dengan melakukan inventaris terhadap potensi dan kekuatan yang di miliki kelas 5 SDN 3 Babussalam dengan cara :

a. Apakah kelas anak anak sudah nyaman ?

b. Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat kelas kita menjadi nyaman ?

Ambil Pelajaran atau Discover

Mengidentifikasi hal-hal yang diinginkan, contohnya:

a.  Di rumah anak anak bagian mana tempat belajar yang paling menyenangkan ?

b. Dapatkah anak-anak ceritakan ruang yang bagaimana yang membuat anak anak nyaman dalam belajar ?

c. Pernahkah anak anak belajar pada kelas yang menyenangkan sebelum kelas 5 ?

Gali Mimpi atau Dream: 

    Menggali pengetahuan siswa tentang mimpi mereka tentang kelas yang aman, nyaman dan menyenangkan.

a. Siapa yang bisa menceritakan kelas yang nyaman dan menyenangkan yang anak anak impikan ?

b. Pernahkah kalian melihat kelas yang aman nyaman dan menyenangkan ? coba ceritakan ! 

Jabarkan Rencana atau Design

    Kelas yang aman nyaman dan menyenangkan dapat di capai dengan rencana rencana nyata sederhana namun berkesinambungan seperti ; Bagaimana membuat kelas menjadi bersih dan rapi ?

a. Bagaimana mengatur ruang kelas agar tampak luas,

b. Bagaimana mengatur posisi barang barang kelas agar tampak rapi dan tidak berantakan

c. Bagaimana menciptakan suasana hangat dikelas tanpa ada rasa saling menyakiti , dan lain lainnya.

Atur Eksekusi atau Deliver: 

    Membuat perencanaan dengan siswa, membagi tugas masing-masing siswa, menentukan kapan kegiatan tersebut akan mulai dilaksanakan, dan membuat kesepakatan kelas tentang aksi nyata mewujudkan kelas yang aman nyaman dan menyenangkan sesuai visi misi saya sebagai guru penggerak.



Komentar