Aksi Nyata Modul 3.3. "Pengembangan Sosio Emosional dan Motorik Siswa Melalui kegiatan Study Karya Wisata Lokal SDN 3 BABUSSALAM"

 


Pengembangan Sosio Emosional dan Motorik Siswa Melalui kegiatan

Study Karya Wisata Lokal SDN 3 BABUSSALAM

 

I.    PERISTIWA (FACT)

1.    Latar Belakang Situasi yang dialami Calon Guru Penggerak

SDN 3 BABUSSALAM merupakan salah satu sekolah yang terletak di bagian tenggara kota gerung yang berdekatan dengan obyek wisata Gunung Sasak dan desa kuliner Tempos di mana kedua obyek wisata ini memiliki keunggulan masing-masing sehingga banyak para penghobi bersepeda menjadikan dua daerah ini sebagai tujuan utama mereka melakukan gowes di pagi ataupun sore hari.

Bersepeda ataupun berjalan kaki merupakan salah satu cara untuk melatih motorik anak anak terutama di usia sekolah 6-12 tahun hal ini senada dengan tahapan perkembangan motorik anak yakni :

a.             Memasuki kelas 4 dan 5, secara umum hampir semua anak akan mengalami percepatan pertumbuhan atau growth spurt. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, anak perempuan umumnya lebih matang secara fisik dan beberapa di antaranya mulai memasuki masa puber.

Perkembangan motorik anak SD kelas empat dan lima bisa terlihat dari frekuensi aktivitas fisik yang lebih intens, lebih mahir melakukan gerakan olahraga dan membuat prakarya, juga bisa menggunakan perkakas dan peralatan yang lebih sulit.

b.             Kelas 6 (11-12 Tahun)

Perkembangan motorik anak SD kelas enam bisa dikatakan sudah sempurna dan menyeluruh. Di usia ini, anak anak mungkin akan melihat anak mulai lebih banyak makan, bicara, dan beraktivitas fisik untuk menyalurkan energi dan staminanya yang semakin tinggi.

Secara fisik, mulai tampak perubahan jelas antara anak laki-laki dan perempuan. Anak anak kelas 6 juga sudah bisa melakukan tugas rumah tangga yang lebih rumit, seperti memasak hidangan sederhana, mencuci piring, membersihkan mobil/jendela, membersihkan kamar mandi, juga mencuci dan melipat baju sendiri.

c.     perkembangan sosio emosional anak

 Perkembangan emosi anak memang tidak terlalu kentara, tapi sebenarnya sama penting dengan perkembangan fisik/motorik maupun perkembangan kognitif.

Menurut U.S. Department of Mental Health & Human Services, perkembangan sosial emosional anak berkaitan dengan kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, mengendalikan perasaan dan perilaku, bergaul dengan teman sebaya, juga berinteraksi dengan orang dewasa.

Kemampuan sosial emosional anak sangat berpengaruh pada kesuksesan akademis dan kelancaran fungsi berbagai area kehidupannya, sehingga perlu dipantau perkembangannya.

Tahapan Perkembangan Emosi Anak

Saat anak berada di usia sekolah (6-12 tahun), kemampuan kognitif mereka mulai berkembang.

Dengan begitu, kemampuan untuk dapat mengekspresikan emosinya lebih bervariasi dan terkadang dapat mengekspresikan secara bersamaan dua bentuk emosi yang berbeda, bahkan bertolak belakang.

Terlepas dari kecepatan perkembangan setiap anak yang berbeda, tonggak perkembangan sosial emosional berikut umumnya dicapai anak pada rentang usia tertentu.

1. Kelas 1 SD (6-7 Tahun)

Kita awali dari tahapan perkembangan emosi anak SD.

Rasa kemandirian anak semakin meningkat di awal sekolah, tapi semakin membutuhkan perhatian dan persetujuan dari orang tua.

Si Kecil juga mulai memahami kalau hubungan pertemanan sebenarnya bisa dipengaruhi oleh berbagai hal di luar kendalinya.

"Di saat ini kala anak mulai mengetahui kapan harus mengontrol ekspresi emosi sebagaimana juga mereka menguasai keterampilan regulasi perilaku," jelas dr. Anggia Hapsari, Sp.KJ (K), Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Konsultan Psikiatri Anak & Remaja, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Di akhir kelas 1 SD, berbagai tonggak perkembangan sosial emosional anak yang umumnya sudah dicapai adalah:

  • Mudah bertengkar dan berbaikan dengan teman, juga mulai sering berkomentar tentang temannya.
  • Mudah tersinggung perasaannya, tapi juga mulai bisa mengerti perasaan orang lain.
  • Selalu ingin menyenangkan orang lain dan selalu ingin jadi nomor satu.
  • Bisa membedakan salah dan benar, dan mulai mencari celah dalam aturan supaya bisa mendapatkan keinginannya.
  • Tumbuh kesadaran akan pandangan orang lain terhadap dirinya.
  • Mulai memahami perasaan malu.

Bahkan, tahapan perkembangan emosi anak saat ini, membuatnya mempunyai kemampuan untuk menjadi anak yang penuh kasih sayang.

Selain itu, anak juga dapat merasakan perasaan anak lain yang sedang sedih, mulai merasa bersimpati, dan timbul rasa ingin menolong.

2. Kelas 2 dan 3 SD (7-9 Tahun)

Di usia ini, perkembangan emosi anak mulai terlihat.

Mereka punya beberapa teman baik, tapi hubungan pertemanannya masih mudah berubah akibat pengaruh berbagai faktor.

Si Kecil juga sangat ingin diterima oleh teman sebayanya dan banyak mencoba berbagai kepribadian baru untuk tahu mana yang paling cocok untuknya.

Di akhir kelas tiga, sebagian besar anak akan menunjukkan perkembangan sosial emosional seperti:

  • Mulai suka menjadi bagian dari suatu kelompok.
  • Bisa membedakan fakta, fiksi, dan fantasi.
  • Menunjukkan perubahan emosi ekstrem, tapi cepat kembali lagi seperti sedia kala.
  • Mulai melihat dunia kesehariannya dari berbagai sudut pandang berbeda.
  • Semakin menyadari pandangan orang lain tentang dirinya.
  • Mulai berbagi rahasia dan candaan dengan temannya.
  • Ingin bersikap baik, tapi belum cermat dalam mengikuti perintah.

3. Kelas 4 dan 5 SD (9-11 Tahun)

Di kelas empat dan lima, anak mulai menyesuaikan diri dengan perubahan fisik dan sebagian di antaranya juga ada yang mulai memasuki masa puber.

Menurut studi yang dilansir National Institutes of Health, pada rentang usia ini kebutuhan anak untuk diterima sebagai bagian kelompok semakin besar, sehingga fokusnya lebih besar untuk teman dan komunitasnya.

Berikut adalah perkembangan sosial emosional lain yang ditunjukkan anak di akhir kelas 5 SD.

  • Lebih bisa mengendalikan emosi, tapi masih sering mengalami mood swing dan rasa tidak percaya diri.
  • Mulai pandai mengatasi konflik dan bernegosiasi.
  • Mulai mengetes sejauh mana mereka bisa mengubah batasan dan aturan yang sudah ada.
  • Mulai banyak mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.
  • Memiliki hubungan pertemanan yang lebih kompleks dan kuat.
  • Lebih banyak aktif di kegiatan dengan teman ketimbang keluarga.
  • Memahami bahwa hubungan pertemanan bukan sekadar tentang persamaan minat.
  • Mulai tertarik pada teman lawan jenis atau pura-pura tertarik pada teman lawan jenis agar diterima oleh teman sebaya.

4. Kelas 6 SD (11-12 Tahun)

Di tahun terakhir sekolah dasar, bisa dibilang anak berada dalam masa transisi menjadi seorang remaja.

Kemandiriannya semakin matang dan pengaruh teman pun semakin kuat, sehingga perlu terus didampingi dan dipantau kondisi sosial emosionalnya.

Beberapa tonggak perkembangan yang ditunjukkan anak kelas 6 SD di antaranya adalah:

  • Sangat peduli dengan pandangan orang lain tentang dirinya, tapi juga meyakini kalau pengalaman dan emosinya tidak dialami oleh orang lain.
  • Mulai bisa membaca perspektif dan emosi orang lain.
  • Mampu menentukan sudut pandang dalam melihat suatu masalah.
  • Mulai bisa mengendalikan reaksinya terhadap suatu hal.
  • Mulai bisa menempatkan diri di berbagai situasi dan lingkungan berbeda.

Dari pemaparan tentang perkembangan sosio emosional dan motorik siswa maka sekolah perlu untuk memberikan pemenuhan kebutuhan siswa berupa :

1)     Kebutuhan siswa untuk berwisata

2)     Kebutuhan siswa untuk berolah raga

3)     Mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada murid

4)  Melatih interaksi sosial siswa di luar sekolah

5)     Menambah pengalaman siswa tentang obyek wisata lokal

6)  Adanya lokasi-lokasi obyek wisata di sekitar desa dan kecamatan

7)  Lokasi obyek wisata mudah di jangkau oleh siswa.

Pemenuhan kebutuhan siswa ini mendorong sekolah untuk membuat program yang di namakan :

Pengembangan Sosio Emosional dan Motorik Siswa Melalui kegiatan Study Karya Wisata Lokal SDN 3 BABUSSALAM


2.    Deskripsi Aksi Nyata

Aksi nyata yang dilaksanakan CGP dengan  tema Pengembangan Sosio Emosional dan Motorik Siswa Melalui kegiatan Study Karya Wisata Lokal SDN 3 BABUSSALAM berbentuk program gerakan badan melalui berjalan ataupun bersepeda  yang diikuti oleh siswa kelas 4 sampai dengan kelas 6 yang diseleksi berdasarkan tingkat kesiapan anak untuk mengurangi tingkat risiko yang terjadi di lapangan pada saat pelaksanaan kegiatan.

Sebelum melaksanakan kegiatan kepala sekolah beserta guru mengadakan rapat persiapan sekali gus rapat ujian karena kegiatan ini menyatu dikalender pendidikan sekolah dengan ujian tengah semester dan ujian semester sekolah.

Adapun kegiatan ini dilaksanakan secara berkala melalui tahapan BAGDJA

Tahapan Bagja

1)     Buat Pertanyaan

Bagaimana cara mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan ?

2)     Ambil Pelajaran

- Pada aktivitas sehari-hari siswa terfokus pada pembelajaran yang terpusat di dalam kelas saja.

3)     Gali Mimpi

-  Murid yang memiliki jiwa memimpin teman dalam kelompok

-  Guru memiliki sikap terbuka dalam menerima masukan dan saran, memberikan kesempatan kepada murid

-   Kepala sekolah yang mendorong mewujudkan kebahagiaan murid dalam belajar dan bermain.

-  Orang tua yang mendukung anak anak untuk mendapatkan kebahagiaan bersama teman teman dalam kegiatan berwisata.

4)     Jabarkan Rencana

-   Program ini dapat berjalan dengan baik, dengan keterlibatan semua komponen ekosistem sekolah

a)    Kepala Sekolah sebagai penanggung Jawab

b)    Guru sebagai pendamping dan pembimbing

c)    Murid sebagai pelaksana memiliki kebebasan untuk menyusun serta melaksanakan kegiatan karya wisata dengan bimbingan guru serta kepala sekolah

-   Monitor  dilakukan oleh :

a)    Guru kepada murid; hasil serta evaluasi melibatkan Guru dan murid

5)     Atur Eksekusi

-   Penanggung jawab Umum kegiatan karya wisata : Kepala Sekolah

-   Penanggung jawab Teknis karya wisata                   : Wali kelas 4-6

-   Pengarah dan penilai kegiatan                                    : Guru PJOK

-   Pendukung Kegiatan                                                      : Orang tua

-   Pembuat Laporan kegiatan                                          : Guru PJOK dan ketua kelas 4-6

-   Komunikasi dan koordinasi Kegiatan karya wisata dilakukan dalam kelompok kecil

-   Guru pembimbing mengajak kerja sama rekan guru untuk membantu memvisualisasikan kegiatan karya wisata

-   Pelaporan hasil kegiatan kepada kepala Sekolah selaku penanggung jawab


Monitoring, Evaluasi, Pembelajaran dan Pelaporan (MLER)

Monitoring dilakukan oleh :

-  Murid kepada murid

-  Guru kepada murid

Evaluasi dilakukan oleh :

-   Kepala Sekolah dan guru bersama murid secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program karya wisata lokal

 

Pembelajaran :

-          Dari hasil evaluasi dibuat tindak lanjut sebagai bahan pembelajaran dan perbaikan pada kegiatan selanjutnya yakni menggunakan pengalaman pengalaman siswa yang akan dijadikan sebagai bahan materi ajar bahasa Indonesia tentang membuat karangan berdasarkan pengalaman.

Pelaporan :

-    Murid melaporkan hasil kegiatan

-    Guru pendamping membuat laporan kegiatan

Teknis Pelaksanaan Program

1.     Guru kelas mendata siswa yang memiliki sepeda yang layak pakai

2.    Guru kelas menyiapkan surat pernyataan dari orang tua untuk mengikuti kegiatan study karya wisata lokal

3. Siswa sehat jasmani dan rohani dalam mengikuti kegiatan tersebut

4.    Guru meminta Murid menyiapkan alat dan kebutuhan selama kegiatan berlangsung

5. Guru olahraga menjelaskan teknis dan aturan selama mengikuti kegiatan

6.    Siswa dalam kelompok kecilnya menunjuk ketua tim sebagai pengatur dan penanggung jawab kelompok.

7. Kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal secara bersama sama.

 

3.    Hasil dari Aksi Nyata

Hasil dari aksi nyata yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

1)  Suasana belajar membaca murid lebih menyenangkan, karena mereka melakukan kegiatan pembelajaran di alam lepas/ luar kelas

2)  Suasana kegiatan terlihat sangat membahagiakan karena mereka melakukannya tanpa  adanya paksaan dan tekanan dari guru.

3)  Terbangunnya semangat untuk bekerja sama secara berkelompok untuk mengikuti kegiatan study karya wisata lokal ini.

4)   Siswa merasa lebih sehat bugar dan lebih frees serta lebih siap dalam menghadapi pembelajaran di dalam kelas.

5) Terpenuhinya kebutuhan siswa dalam mengembangkan kemampuan sosio emosional dan motorik mereka.

6)  Siswa memiliki pengalaman baru yang menjadikan hati mereka lebih tenang dan bahagia.

II.    PERASAAN (FEELINGS)

Setelah melakukan kegiatan aksi nyata saya merasa bahagia bisa menikmati kebersamaan dengan anak anak dan guru serta kepala sekolah dalam satu kegiatan dan dalam suasana penuh kebahagiaan dan rasa riang anak anak sehingga saya merasa program ini dapat memberikan keberpihakan kepada siswa untuk mendapatkan haknya untuk bahagia.

III.    PEMBELAJARAN YANG DIPEROLEH

Kegiatan bersepeda santai sudah selesai dilaksanakan dan anak-anak pun merasa terhibur dan bahagia, masing-masing anak membawa cerita tersendiri sehingga menambah wawasan sosial anak didik dan mereka pun mendapatkan pelajaran yang baru dalam hidup bersama teman teman secara berkelompok sehingga jiwa kepemimpinan anak anak pun tumbuh dengan baik.

Kegiatan ini akan dimasukkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, IPS dan PPKN sebagai materi interaksi sosial dan bahan materi untuk bercerita ataupun menulis karangan bagi anak anak kelas  4 sampai dengan kelas 6 SDN 3 Babussalam.

Hambatan yang terjadi pada kegiatan ini adalah adanya beberapa anak yang tidak memiliki sepeda yang layak untuk digunakan maka mereka pun dengan terpaksa tidak ikut untuk menghindari dampak negatif yang ditimbulkan dari kurangnya kesiapan siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut.

IV.     RENCANA PERBAIKAN DI MASA DEPAN

Sebagai bentuk kegiatan yang berpihak pada siswa maka kegiatan pada saat ujian semester 1 tahun 2021 nanti maka kegiatan bersepeda akan diganti dengan kegiatan jalan santai agar semua peserta dari kelas 4-6 bisa ikut merasakan kebahagiaan bersama sehingga semua warga sekolah bisa menyatu dalam kegiatan tersebut.

 

Komentar